Sepenggal Kata 6






Rasa berharapku terlalu besar untukmu
sehingga menjadikan dirimu membenciku

Aku mencintaimu dalam diam, walau rasa ini terpendam
aku menyayangimu dalam kelam, walau hati ini selalu muram

Aku mematahkan hati seseorang hanya untukmu
agar kau percaya bahwa kaulah yang kuinginkan
namun apakah itu belum cukup untuk membuktikan?

Salahkah jika aku mencintaimu disaat telah ada yang kau cintai?
Salahkah jika aku menyayangimu disaat telah ada yang kau sayangi?
Salahkah semua itu?

Jika kau bukan takdir yang akan menemaniku dihari tua
maka aku akan berusaha untuk mengubah takdir itu
agar kita dapat hidup bersama, sama seperti apa yang dulu aku inginkan

Aku merelakan hal yang penting dihidupku hanya untuk cinta dan rasa sayangku kepadamu
namun kau hanya membuangnya begitu saja dan ingin lari pergi meninggalkanku

Modalku mendekatimu hanyalah dengan cinta dan setia
Bukan dengan harta maupun tahta

Ketika pagimu diawali dengan senyuman
maka berbeda denganku yang hanya diawali dengan kekecewaaan
karna mengetahui kau sudah bertunangan

Jemputlah aku ditempat yang sama, sama seperti tempat yang dulu saat kau akan meninggalkanku
Jika kau tak berniat menjemput, semoga seseorang akan menjemputku dan takkan membiarkanku menunggu

Permasalahan cintaku denganmu ialah harta beserta tahta
Apalah daya yang aku punya hanyalah cinta beserta puisi indah

Sifat buruknya memang membuatmu kecewa, maka segeralah mengubahnya
Sebelum sifat itu membuatmu berpisah dengannya
jika terlambat jangan menyalahkannya tapi salahkanlah dirimu
mengapa dulu kau menerimanya sewaktu kau telah tau dengan sifatnya

Masihkah kau ingat beberapa tahun yang lalu, kisah kita saat dimulai?
Ya, itulah kenangan kita dimasa ramaja

Wangimu masih jelas tercium dihidungku
Suaramu masih jelas terdengar ditelingaku
Wajahmu masih jelas terbayang dipikiranku

Mengapa harus mengejarmu jika kutau kau tak akan kudapat
mengapa harus berkorban jiwa dan raga jika kutau kita tak akan bersama

Sekarang ada seseorang yang mencintaiku namun aku tidak sebaliknya
Dikarenakan telah ada yang mengisi kosongnya hati saat aku masih sendiri
mungkin kau tau siapakah itu!

Manusia adalah mahkluk yang tidak mempunyai batas keinginan
jika sudah tercapai apa yang ia inginkan, pasti menginginkan lebih dari ia ingin capaikan

Suara langkah kaki itu terdengar kala malam sunyi
ketika itu udara datang beserta aroma khasnya
seakan alam ingin menanyakan kembali
apakah diriku ini masih merindukannya

Kini kita mulai berjauhan dan tak lagi bersama seperti tahun-tahun yang lalu
kenangan kita saat masih bersama takkan terulang lagi walau sekali saja
kenangan indah dimasa remaja hanyalah tinggal cerita yang akan didengarkan anak dan cucu kita

Dirimu bagai senja
Indah namun hanya sesaat

Saat kejadian buruk menimpaku hari ini
aku merasa hanya bagai dalam mimpi
mimpi yang akan usai ketika bangun esok pagi
namun nyatanya tak seperti yang aku bayangi

Jangan menganggap ketika orang itu sendiri bukan berarti tak ada yang menyukainya
karna mungkin saja ia hanya ingin sendiri dan tak lagi mengambil resiko untuk kedua kalinya
yaitu patah hati sama seperti sebelumnya

Kata-kataku tak seindah pelangi
kata-kataku tak semanis madu
kata-kataku memang tak berarti sama sekali untukmu
jadi jika kau tak suka maka jangan dengarkan
mungkin kata-kataku bukan teralamatkan untukmu

Bisakah malam nanti kita duduk bersama sambil berdekapan tangan
dan kau menyandarkan kepala dipundakku?

Malam ini telingaku dimanjakan oleh suara riuh rintikan hujan
menutupi suara hewan yang sedang bercerita
mereka semua merasa gembira karna turunnya anugrah sang pencipta

Kita ini bagai alam, kau hujan dan aku mentari
yang tidak bisa bersatu dalam satu waktu
saat aku sedang sibuk menerangi bumi
kau datang dengan mudah menutupi mentari
itulah situasi kita sekarang, hanya dapat menyapa tanpa dapat memiliki

Hidup ini mudah, takdir saja yang mempersulit
Cinta itu indah, harta saja yang membatasi

Dengarlah kata orang jika ingin mengetahui keburukanku
dengan begitu kau juga dibohongi dengan kecemburuan mereka terhadapku

Dulu kita pernah jalan bersama
maka jangan kau tutupi masa lalu kita
walaupun sudah lama berlalu

Ada kalanya orang yang setia akan pergi
ada kalanya pula orang yang rela berjuang akan menghilang
jangan salahkan mereka tapi tanyalah pada dirimu
mengapa bisa kau sia-siaka orang yang seperti itu

Hatimu bagai cuaca yang mudah saja berubah
aku seperti BMKG yang harus tau keadaan hatimu
ketika hujan kau sedih, ketika panas kau penuh dengan emosi
ketika gempa, longsor, tsunami, gunung meletus dan angin topan?
itu ketika kau saat datang bulan

Malam ini aku mau berbaring disampingmu
sebelum menutup mata aku dapat melihat wajah dan seyummu dulu
agar dapat bermimpi dengan indah tentangmu

Janganlah paksa arahnya cinta karna keadaan dan perbedaaan
jalan masih panjang maka dari itu jangan ucap janji bahwa cintamu ada hari ini
karna mungkin saja cinta itu bisa pergi disaat-saat seperti ini

Biarkanlah aku sendiri dan ingin pergi,  janganlah kau menghalangi
walaupun kita saling cinta namun kita harus bisa melupakan segalanya

Ketika sunyi malam bersama semilir angin, terdengar bagai suara yang memanggil
gelap pekat malam disertai rinai hujan menutupi pancaran sebuah senyuman
kala petir menyambar, seseorang tengah menangis didalam sebuah kamar
bak ketika ia menjatuhkan air matanya, hujan akan menambah jatuh rintikan hujannya
alam tau dan mengerti apa yang kini ia rasakan, namun siapakah ia tengah tangiskan?

Nyanyikanlah kembali nada yang kuciptakan untukmu
ketika kudengar suara langsung terbayang wajahmu
begitu pula ketika kulihat wajahmu langsung teringat suaramu
mungkin terdengar aneh, namu itulah puncak rinduku saat berpisah denganmu

Jika mencintaimu harus dengan merelakan hubungan pertemananku
aku mungkin akan memilih sahabatku
bagaimana bisa aku harus melupakan sahabatku yang setia menemaniku
sementara kau yang belum pasti akan setia bersamaku

Rahasiaku adalah mencintaimu seorang diri tanpa rasa cinta itu tumbuh didirimu

Malam ini kau mengatakan mencintaiku, besok malam apakah masih sama?
jika masih sama, siramilah cintamu agar bisa lebih tumbuh lagi cinta itu
karna cintaku kepadamu telah terlanjur tumbuh besar kepadamu

Aku telah bersumpah kepada diriku bahwa tak akan lagi mencintaimu
awalnya aku ragu namun setelah melihat kenyataannya, sepertinya aku harus begitu
jika tidak, mungkin sekarang hanya aku yang mencintaimu tanpa ada juga rasa cinta darimu

Mengapa saat diriku jatuh kau tak membangkitkanku?
bukannya dari awal kau mengatakan, ketika diriku jatuh kaulah yang pertama akan membangkitkanku?
Yah, sekarang itulah hanya sebuah janji manis yang akan aku tagih

Komentar