Surat Sendu Untuk Ratna

SURAT TERAKHIR


"Apa benar ini rumahnya ibu ratna?" tanya tukang pos.
"Iya benar saya ratna, ada apa pak?" jawab ratna.
"Saya ingin mengantar surat untuk anda"
"Dari siapa?"
"Tulisannya dari seseorang, dan terlamatkan disini" tukang pos membaca kembali amplop surat itu dan memberikannya.
"Oh iya, terima kasih pak" jawab ratna.

Setelah menerima surat, ratna bergegas membawa surat itu ke kamar lalu membacanya, alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui isi serta pengirim dari surat tersebut, ternyata surat itu berasal dari mantan kekasihnya. Kekasih yang sangat ia cintai, namun cinta mereka harus sirnah oleh kenaifan kedua orang tuanya yang tega menjodohkan ratna kepada pemuda yang tidak dicintainya.

Rasa penasarannya hilang seketika, kemudian mendatangkan kesedihan sampai-sampai ia tak bisa menahan isak tangisnya. Ratna membaca pelan-pelan isi surat itu, pipinya dihiasi linangan air mata, bibirnya bergetar. Lagu dari grub band Koes Ploes yang berjudul Andaikan kau datang menambah kepiluan yang melandanya, memberikan duka saat-saat itu.


Untuk nanaku tersayang

Nana... Aku ingin memberitahukanmu, bahwasanya sepenuh hatiku yang berisi tentangmu sudah aku hapuskan, semua kenangan yang kita buat dulu sudah aku lupakan, semua apapun tentangmu yang ada didiriku sudah kubuang. Semua ini kulakukan hanya demi kebahagiaanmu, bukannya aku tidak mencintaimu, namun harus dengan ini caraku membuktikannya kalau aku mencintaimu.

Aku tidak ingin keegoisanku menghalangi hubungan kalian berdua, aku rela asal kau selalu bahagia apapun yang terjadi aku akan tabah sepenuh hati.

Aku mencintaimu dengan harus melepaskanmu walaupun berat hatiku menerimanya. Aku tidak ingin mengusik kisah kasih kalian berdua, hanya karena 1 hati, ke 2 hati pun harus berpisah selamanya.

Aku menyayangimu dengan harus melihatmu bersama dengannya walaupun rasa iri dan kecewa selalu membayangiku setiap hari.
Rasanya mustahil untuk kita kembali bersama, karena orang tuamu tidak akan pernah merestui hubungan kita.

Semua sudah terjadi, kita ikhlaskan saja apa yang sudah ditakdirkan. Jika memang jodoh pasti kita akan dipertemukan, walapun diwaktu yang lain dan dunia yang lain.
Sekarang aku hanya dapat berkata Berbahagialah untuk selama-lamanya.

Nana... Jika nanti aku merindu, maafkanlah diriku karena merindukanmu yang telah menjadi milik orang lain, aku tidak akan pernah melupakanmu, selalu sampai selamanya doaku akan selalu menyertaimu, maaf sudah membuatmu bersedih.

Galih.


Komentar