Aku sedang berusaha menggapai mimpi, meraih kasih biar mudah mendapatkanmu nanti
Jika semua indah pada akhirnya, buat apa kita memulainya jika ingin pada akhirnya?
Sampai malam ini, namamu masih kusebut dalam doaku
Jika semua kenangan menjelma menjadi duka, apakah duka dari semua kenangan kita?
Hujan hanya membasahi bukan menghalangi, karna semua itu bukanlah sekedar arti
Pagi ini dingin tanpamu disini, menemaniku yang sendiri terkurung bersama sepi akan hal kita yang sekarang ini
Jika niatmu menghancurkan maka hancurkanlah, karna suatu saat yang akan menghancurkan dirimu adalah niatmu
Keberuntungan diawali dengan doa, kesuksessan diakhiri dengan kemakmuran
Sejauh manakah kau sudah melangkah sehingga aku sudah tak melihatmu lagi dari belakang?
Tengoklah, singgahlah, bersamalah denganku walau hanya sebentar temanilah diriku yang sudah rapuh ini akan semua hal dunia
Tunggulah diriku disana tanpa ada kata dia, akan kubawakan untukmu semua kenikmatan dunia
Apalah dayaku yang hanya bisa memberikanmu kebahagiaan diakhirat, tapi tak bisa memberikanmu kenikmatan didunia
Janganlah menyuruhku mencari jarum di dalam jerami, karna jika aku sudah mendapatkannya kau akan mencintai
Sore kala itu kau disana bersamanya, dengan hati rapuh aku melihatnya
Aku sudah mencari tak kunjung dapat, aku sudah berlari tak kunjung sampai. Bagaimanakah cara mencari?
Jika gunung menangis dia pasti menangisi lautan jika kau menangis aku pasti jadi kebingungan
Kau seperti secangkir kopi yang pahit dan hitam sebagaimana hidupmu yang sakit akan hal kelam
Kata-katamu menusuk hati, memutar kata tak memikir kasih
Resah atau risih kah kau saat bersama denganku?
Jejak langkahmu hilang dan pudar, hatiku pun rapuh dan muram
Tidurlah kekasih, mimpikanlah diriku walau semua itu hanya mimpi. Aku bahagia
Akan kuselimuti hatimu yang dingin dan memberikan yang selalu kau ingin
Agar kau tak risau aku akan selalu menemani, selalu ikhlas menerangi hati yang gelap selalu sepi
Kecintaanlah membuatku bertahan, bertahanlah membuatmu kebosanan
Ditempat sedingin ini aku sendiri, tak ada tempat mengadu tak ada tempat mengeluh
Kau salah satu insan yang istimewa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Yang aku mau kau belajar tuk mencintai aku tulus dan apa adanya
Jika kau sanggup, sanggupkah kau bicara jujur tanpa ada kebohongan sedikit pun hari ini?
Dibalik senyummu ada tangisan yang coba kau tutupi, dibalik tangismu ada seorang yang sudah menyakiti
Cintamu kan abadi, tunggulah aku disana kita akan bersama lagi sewaktu masih didunia
Sudah lama tak berjumpa, ketika berjumpa seperti saling tak kenal. Aneh tapi nyata
Aku berkhayal tentangmu, membawaku ke alam lima dimensi terbang bersama ke sana milihat-lihat tanpa suara
Seperti melihat langit yang runtuh, waktu rasanya terhenti kaki terasa melayang suara pun sudah tak karuan. Dingin datang meyelimuti seperti itulah aku melihat engkau dari disini yang sudah tak bersamaku lagi
Siapkah jika kita memulainya kembali seperti dulu lagi sebagaimana kita dulu saling suka, saling cintai?
Tenanglah disana kawanku, kupastikan namamu diingatanku selalu seperti yang selalu kita lakukan bersama dulu
Rindukah kau disana hari ini? Tak tahan hati ini akan perih
Komentar
Posting Komentar