Untuk Kamu
Untuk
kamu yang kala itu kita masih bersama, kau masih mencintai sepenuh hati,
setulus kasih sayangmu untuk-ku. Tapi semua itu jadi berubah seketika dikala
kau memasuki suatu perkumpulan yang membuat kita menjadi terpisah. Kau
menuruti semua perintah dari sesuatu yang kau masuki tersebut, kau tega
melepasku, kau berpura-pura mengikhlaskanku, padahal sesungguhnya didasar
hatimu yang paling dalam, masih
ada namaku-lah yang kau pajang besar terpampang melebar, yang masih kau sayang,
masih ingin kau jaga, dan kau masih ingin mencintainya setulus hatimu yang
sangat takut kau kehilangannya. Tapi, apalah yang mau lagi dikata, kau memutuskan tali hubunganmu denganku hanya
karena alasan kau tidak bisa lagi membagi semua waktumu untukku.
Padahal
dahulu kau sendiri yang meminta untuk memulai sebuah hubungan ini, tapi kau juga yang
mengakhiri dengan rasa bangga karna ingin hatimu memperlihatkan kepada suatu
perkumpulan yang ingin kau masuki itu dan ingin memenuhi
syarat untuk memasukinya, ialah syaratnya untuk tidak mempunyai suatu hubungan dengan seseorang. Sewaktu itu yang dikala bunganya cinta sedang
bermekaran di dalam hati, kau injak akarnya, kau patah batangnya, kau sobek
daunnya, kau pula cabut bunganya yang indah bagai intan bersinar kilau gemilang
bak gelas kena pantulan sinaran sang surya.Kau
bilang untuk kita berpisah secara baik-baik,
kau juga bilang untuk kita berteman dekatlah saja. Kala itu diri ini coba
mempertahankan tapi kau memaksa untuk kita tidak lagi bersama dan cuma ingin berteman saja. Apalah
dayaku jika kau sudah tidak lagi ingin bersamaku. Aku hanya menuruti semuanya,
mencoba mengikhlaskanmu dan menjadi temanmu kita
sudah jadi teman, bukan lagi
lebih dari sekedar teman.
Sewaktu hati ini rindu, tangan dan jariku menuliskan coretan-coretan yang terdapat jelas
namamu diatas kertas kusimpan
dalam sebuah novel 1990-mu yang kupinjam lalu, yang juga belum sempat ku
kembalikan. Sewaktu
kukembalikan kau baca tulisannya dalam kertas
itu, tak sadar diri ini bahwa kertas itu masih didalam novel itu. Setiap
kali kau bertemu denganku, setiap kali itu juga kau mengejekku dengan perasaan
bercandamu karena isi surat tadi yang t'lah kau baca. Akan
tetapi, ketika seseorang yang baru lagi datang di kehidupanku dengan meminta kasih sayangku dan
cinta yang tulus denganku. Aku menerimanya dan memberikan cinta setulus hatiku
kepadanya sepenuh penuhnya cintaku untuknya. Pada
itu juga kau putuskan tali pertemanan kita yang dulunya baik-baik saja tanpa
alasan yang tidaklah aku mengerti, susah dipahami, sulit pula diresapi untuk
menerima kenyataan bahwa pertemanan kita sudah tidak ada lagi. Bahagia
aku waktu kita menjadi teman dan saat kita lebih dari sekedar teman, aku
sangatlah bahagia tapi sekarang kita bukan lagi siapa-siapa, tidak seperti
saling kenal, acuh tak acuh bila bertemu, buang
pandangan saat bertatap wajah, serasa asing kau pandang diriku. Kau mencoba
menjauhi, dan telah memusuhiku, bak diriku terusir jauh dari rumah sendiri.
Aku
sangat ingin bertanya, ada apakah dengan dirimu yang dulu? mengapa kau sudah
sejauh ini melangkah melupakanku? kau pergi menghilang bagai ditelan ombak
besar, tanpa mengambang lagi dipermukaan air. Tapi
sayang diri ini terlalu takut, terlalu malu untuk bertanya kepadamu, jadi aku
hanya membiarkannya saja seperti tiada yang telah terjadimelewati
hari-hari tanpamu dengan perasaan seperti biasa-biasa sangat sulit tapi diri
ini meyakinkan bahwa kau sudah tidak ingin lagi denganku, diri ini pula sudah
nyaman ingin sendiri.
Memang benar kau sudah membenciku, sangat - sangat memusuhiku, kau merasa resah bila bertemu denganku. Risih hatimu bila mengingat masa lalu kita, takut hatimu untuk berdekapan dengan hatiku lagi, malu rasanya dirimu bila dekat denganku.
Dan hancur hatimu bila menerimaku lagi di kehidupanmu kembali
mungkin kau sekarang sudah jadi milik orang lain, sudah haram perasaanku bila menginginkanmu lagi.
Sebernarnya aku ingin mengucapkan terima kasihku kepadamu yang sudah mengisi masa mudaku, masa sekolahku, masa putih abu-abukuTerima kasih juga telah mencintaiku, telah menyayangiku sepenuh hatimu dulu.Aku sangat bahagia karna sudah mengenalmu, jika tuhan merestui, semoga kelak kita bisa bersama seperti dahulu entah itu didunia atau diakhirat, dimimpi atau pun dikenyataan
Aku
selalu mencintaimu ....

Komentar
Posting Komentar