Surat Balasan Untuk Galih
SURAT BALASAN
"Ka galih, ini ada surat untuk kakak, tadi sore ada yang mengantarnya" ujar adik galih.
"Dari siapa dek?" tanya galih.
"Dari ka ratna"
"Ratna?"
"Dari siapa dek?" tanya galih.
"Dari ka ratna"
"Ratna?"
"Iya, sekalian dikasih dengan kado" adiknya memberikan surat itu beserta kado dari ratna tersebut.
Galih pun membuka surat itu dan membacanya dengan penuh perasaan yang campur aduk, ia pasrah dengan isi surat yang akan dibacanya, karena ia tahu bahwa ia takkan kembali lagi bersama ratna.
Terlihat wajah galih berubah menjadi murung, sambil membaca galih melihat keluar jendela, melihat kearah bulan yang kala itu sedang purnama.
Air matanya mengalir sedikit demi sedikit, tak kuasa ia membaca surat dari kekasih yang ia sayangi itu. Cintanya terlalu dini untuk dipadamkan, kasih sayangnya terlalu pendek untuk tersampaikan. Malam itu adalah malam yang sulit untuknya, karena ia tau jika nanti ratna menikah, ia takkan bisa surat menyurat kepada ratna, karena ratna sudah terikat janji pernikahan, ratna telah menjadi kepunyaan orang lain, haram hukumnya jika mengganggu rumah tangga orang.
Untuk galih
Galih kekasihku... maafkanlah diriku yang telah dijodohkan dengan orang pilihan ayahku. Saat pertama kali mendengarnya aku sangat sedih, sebab aku sangat mencintaimu, seluruh hatiku telah kuberikan untukmu.
Tapi apa dayaku, aku hanya seorang wanita, kalau kukejar bahagia bersamamu aku takut menghambat cita-citamu, engkau satu-satunya harapan dikeluargamu.
Galih... berbahagialah kelak wanita yang mendampingimu, aku yang telah bersusah payah mengejar cintamu ternyata menemui jalan buntu. Selama aku bersamamu tak pernah kau sakiti hatiku, membuat cintaku semakin mendalam, aku dewasa dalam pelukanmu.
Galih sayang... aku yakin nanti kau akan menjadi orang yang berhasil, jadilah pribadi yang baik untuk pasanganmu seperti galih yang kukenal sebelumnya.
Bersama sepucuk surat ini aku memberikanmu sebuah dasi, aku sengaja memberikanmu dasi yang sudah terpasang agar kau tinggal memakainya, sebab nanti mungkin aku tidak akan ada disisimu, tak bisa memasangkan dasi untukmu, pakailah dasi itu kemanapun kau pergi.
Disana kau merindukanku, disini pula aku merindukanmu, aku harap kau tidak akan pernah melupakanku, karena aku akan selalu mengingatmu sampai kapanpun.
Galih... waktuku semakin sempit, kalau nanti aku telah menikah, aku akan pindah ke kota lain. Aku akan berusaha agar bisa bertemu denganmu, dan aku berharap dapat menemukan kemesraan seperti dulu lagi bersamamu.
Ratna Kekasihmu
Komentar
Posting Komentar